Blogging 101

Kompetasi atau Koperasi

Kompetasi Vs Koperasi
COMPETITION vs COOPERATION !!!

Sebuah renungan…..
Bagus untuk anak-anak / cucu-cucu

Jumat lalu kedua anak saya menerima “Report Card ‘ dari sekolahnya Ronald Reagan Elementary School. Di Indonesia disebut rapot. Melihat keduanya mendapat nilai-nilai yang sangat bagus sementara tidak tercantum info tentang rangking, saya tergoda bertanya ke salah satu gurunya. “Anak saya ranking berapa, Ms. Batey?”

“Kenapa Anda orang Asia selalu nanya gitu?” jawabnya
“Anda sangat suka sekali berkompetisi. Di level anak Anda, tidak ada rangking2an. Tidak ada kompetisi. Kami mengajari mereka tentang cooperation alias kerjasama.

Mereka harus bisa bekerja dalam team work dan mereka harus bisa cepat ber sosialisasi dan beradaptasi. Mereka harus punya banyak teman.

Lebih penting bagi kami untuk mengajari mereka story telling dan bagaimana mengungkapkan isi pikiran dalam bahasa yang terstruktur dan sistematis. Kami mengajari mereka logika dalam setiap kalimat yang mereka ucapkan.”

Dari sini rupanya kenapa temen2 saya di kantor mentalnya ”How can I help you”. Hampir gak pernah saya liat jegal-jegalan.

Di US, hampir semua profesi mendapatkan penghasilan yang layak, tidak harus semua jadi “dokter” seperti di Indonesia….

Semua orang boleh mencari penghidupan sesuai passionnya, sehingga semua bidang kehidupan sangat berkembang maju karena diisi orang2 yang bekerja dengan gairah

Weleh…saya jadi ingat, memang pendidikan di negeri saya sangat kompetitif. Banyak orangtua yang narsis memajang prestasi anak-anaknya di sosmed. Tanpa disadari sebagian dari mereka nanti akan tumbuh menjadi orang-orang yang terlalu suka berkompetisi dan lupa bekerjasama !

Kiri kanannya dianggap saingan dan dirinya harus menjadi yang terbaik. Mending kalo dia mengembangkan dirinya supaya menang persaingan, yang ada kadang mereka menunjukkan baiknya dirinya dengan cara mengungkapkan jeleknya orang lain !!

Kalo bukan kita siapa lagi, begitu jargonnya… Wuih, betapa arogannya, seakan-akan yang lain tidak mampu dan hanya dia yang mampu. (Tampak sakit mentalnya…)

Bapaknya yang berkesempatan sekolah di sekolah2 yang konon terbaik di tanah air sebenarnya juga pernah kena sindrom yang sama. Bagaimana tidak ? Setiap hari dicekoki bahwa Anda putra terbaik bangsa, calon pemimpin masa depan dll selama bertahun-tahun.

Tidak perlu saya cerita gimana yang Maha Kuasa memberikan tamparan bertubi-tubi di awal-awal masa kerja, supaya saya tidak terlalu jauh tersesat.

Aku menang… aku menang… begitu suara anak-anak dari sebuah gang di ibukota. Entah permainan apa yang dimenangkannya… Entah kapan dia sadar bahwa hidup bukan melulu soal menang dan kalah.

Bakersfield, Feb 2016

kasmani
Kasmani Dollah

2 thoughts on “Kompetasi atau Koperasi

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s