Uncategorized

Sawah Padi di Cirebon

Hari Khamis, 7 Jan 2016. Menyusuri perjalanan dari Jakarta ke Jogja, melewati perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah dengan keretapi. Kelihatan sawah padi menghijau terbentang luas.

Sekali sekala terlihat rumah rumah atap dan pohon kelapa tersusun rapi. Ada juga kelihatan petani sedang bekerja disawah padi.

Aku tiba tiba terasa keinsafan menyelubungi hatiku. Betapa petani petani tersebut bekerja menghempas pulas dengan tubuh badannya di bawah terik mentari. Mencari nafkah sesuap nasi buat keluarga yang di cintai. Sedangkan kita di negara yang tidak empunya sawah padi (Singapura) dapat menikmati Nasi yang sumbernya datang dari negara yang sekarang aku sedang jelajahi.

Masih juga aku teringat akan masa lalu ku tidak menghabiskan nasi yang diberikan oleh ibuku. Kata kata ibu “Habiskan nasi itu, kasihan kalau di buang, nanti nasi itu menangis”. Aku masih terlalu kecil untuk menjiwai kata kata ibuku. Yang pasti aku tidak mahu makan nasi itu lagi.

Sekarang baruku sedar. Maksud kata kata ibuku,.yang menangis bukanlah nasi itu. Tetapi jerih payah si petani yang menanam, menjaga, menuai , memanen…selesai sudah menjadi padi…namun segalanya dipersia siakan oleh aku yang tidak menghargai akan usaha mereka.

Alhamdullillah, syukur puji Tuhan Allah swt , menizinkan aku menjelajahi bumi ciptaan Nya. Membuatkan aku dapat merefleksi diriku lebih dalam dan tersinggung sedikit hati nurani ku untuk terus bersyukur. Aamiin yra.20160107_132242

 

One thought on “Sawah Padi di Cirebon

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s